Sunday, November 8, 2015

Regulasi Mesin MotoGP 2016

seperti kita tahu hampir tiap tahun ada perubahan regulasi baik oleh Dorna selaku oenyelenggara MotoGP demi memperketat persaingan antar tim dan antar pembalap tentunya.

dan inilah beberapa regulasi yang akan berlaku pada musim 2016 mendatang

1. ECU
    Elektronic Control Unit atau sistem kontrol elektrik pada Motor, akan dilakukan perubahan regulasi. Yakni, sejak paruh musim kedua MotoGP 2015 digelar (per 1 Juli 2015), semua tim wajib menyetor hasil riset ECU untuk digunakan pada musim 2016, dan akan diproduksi oleh pihak diluar tim yaitu Magneti Marelli.
    Mulai dari 1 Juli 2015 dan hingga akhir musim 2016, jika perubahan perangkat lunak terpadu diminta secara bulat oleh Ducati, Honda, dan Yamaha, penyedia (Magneti Marelli) harus mengadopsi modifikasi ini, tetapi biaya adalah tanggung jawab produsen.
    Sebaliknya, selama periode yang sama seperti di atas, jika penyedia (Magneti Marelli) ingin membuat perubahan ke perangkat lunak terpadu, perubahan ini harus disetujui dengan suara bulat oleh Ducati, Honda, dan Yamaha; jika tidak Penyedia tidak dapat memperbarui perangkat lunak.

    Ulasan : Peraturan diatas berlaku untuk tim dikelas open (Ducati, Honda, dan Yamaha), sekiranya yang paling keberatan dengan peraturan ini adalah Honda. Honda memang banyak dirumorkan menghabiskan banyak dana untuk mengembangkan sistem elektroniknya, sedangkan Ducati dan Yamaha sangat setujuu dengan peraturan ini karena mengurangi ketimpangan performa motor.

2. Ban
    Ban yang sebelumnya di stok oleh Bridgestone tahun 2016 akan di stok oleh Michellin

3. Pengembangan mesin ditentukan oleh jumlah poin racer di balapan kering
    Yang ini mungkin agak membingungkan, namun tenang kami akan merangkainya semudah mungkin
   Pertama kita kasih tahu poinnya
   Podium 1 : 3 poin
   Podium 2 : 2 poin
   Podium 3 : 1 poin
   Batas maksimal poin adalah 6 poin, jika poin sudah 6 atau lebih maka pengembangan mesin akan dibekukan.
    Jadi misal pembalap Ducati memenangi race di podium 2 selama 3 kali race kering, maka pengembangan mesinnya akan dibekukan. dan juga mesinnya dibataasi 7 mesin selama 1 musim.
    Peraturan ini mulai dihitung dari musim 2015 namun diberlakukan mulai musim 2016.

4. Peraturan lain
    Maksimal 22 liter bahan bakar untuk kelas pabrikan dan 24 liter bahan bakar untuk tim CRT. serta bobot minimal motor adalah 157 Kg.

0 comments:

Post a Comment